Analisis Perbandingan Metode Pencatatan Piutang Tak Tertagih terhadap Laporan Keuangan dan Perlakuan Perpajakan pada PT. Marga Nusantara Jaya

Authors

  • Michella Malumbot Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eben Haezar Manado
  • Vronsky Akter Bawole Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eben Haezar Manado
  • Yuli Rawun malumbotmichella@gmail.com

DOI:

https://doi.org/10.61132/menawan.v4i5.2553

Keywords:

Allowance Method, Bad Debts, Direct Write-Off Method, Financial Statements, Taxation

Abstract

Bad debts are an unavoidable risk in business activities that involve credit sales; therefore, companies need to apply an appropriate accounting method so that financial statements present relevant information in accordance with Financial Accounting Standards and prevailing tax regulations. There are two main methods of accounting for bad debts, namely the allowance method and the direct write-off method, each of which has different implications for financial statement presentation and tax treatment. This study aims to analyze the comparison between the two methods and their impact on financial statements and tax treatment at PT Marga Nusantara Jaya, Manado Branch, using a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, documentation, and literature review, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the company's accounting treatment of bad debts has not been fully in accordance with PSAK 71, as losses are only recognized once a receivable is confirmed uncollectible, whereas its tax treatment complies with Article 6 paragraph (1) letter h of the Indonesian Income Tax Law. The comparison shows that the allowance method is more consistent with accounting principles because it produces a more accurate and stable financial statement presentation across periods, whereas the direct write-off method currently applied by the company is simpler and more aligned with prevailing tax regulations. Should the company adopt the allowance method in accordance with PSAK 71, this would give rise to a positive fiscal correction for the portion of the allowance that does not yet qualify as a deduction from gross income.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjarsari, T. A., & Handayani, A. (2022). Analisis sistem pengendalian internal penerimaan piutang dalam meminimalkan piutang tak tertagih (bad debt) di PT Wakabe Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(1), 96-107. https://doi.org/10.36418/jiss.v3i1.504

Astrilarasati, & Wiratna, W. (2020). Perlakuan akuntansi piutang dan piutang tak tertagih pada CV. Kani Goro Indonesia di Surabaya. AKUNTANSI 45, 1(1). https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v1i1.94

Citrahayu, Z., Umar, Z., & Syawalina, C. F. (2025). Analisis expected credit loss (ECL) dalam pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) menurut PSAK 71 pada perusahaan PT Perta Arun Gas. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 21(2), 123-136. https://journal.ibs.ac.id/index.php/jkp/article/view/687

Devi, S., Wigarba, I. G. A., Herawati, N. T., & Yasa, I. N. P. (2021). A comparison between PSAK 71 and PSAK 55 in the banking industry. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 24(1), 173-188. https://doi.org/10.24914/jeb.v24i1.4382

Eka Marenza, S., Ariskawati, N., & Laela, S. F. (2024). The impact of the forward-looking expected credit loss method refers to Financial Accounting Standard No. 71 on earnings quality of the Indonesian Islamic banks. Akurasi: Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, 7(1), 35-50. https://doi.org/10.29303/akurasi.v7i1.461

Firmansyah, A., Rizky, M., & Qodarina, N. (2022). Manajemen laba sebelum dan setelah penerapan PSAK 71 pada perusahaan subsektor perbankan di Indonesia. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 6(2), 1363-1372. https://doi.org/10.33395/owner.v6i2.706

Harindra, A. Z., Shoba, H. K., & Firmansyah, A. (2023). Dampak penerapan PSAK 71 terhadap tingkat profitabilitas perusahaan perbankan di Indonesia. Akuntansiku, 2(2), 67-73. https://doi.org/10.54957/akuntansiku.v2i2.379

Heniwati, E. (2023). Implikasi penerapan IFRS 9 pada daya prediksi CKPN terhadap kerugian kredit bank. Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, 23(2), 273-290. https://doi.org/10.25105/mraai.v23i2.16968

Hery. (2021). Akuntansi dasar 1 & 2. PT Grasindo.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2019). PSAK 71: Instrumen keuangan. IAI.

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2020). Intermediate accounting: IFRS edition (4th ed.). John Wiley & Sons.

Kustina, K. T., & Alit Putra, I. G. P. N. (2021). Implementasi PSAK 71 Januari 2020 dan profitabilitas perbankan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 6(1), 44-52. https://doi.org/10.38043/jiab.v6i1.2978

Maurida, Z. M. (2022). Analisis penerapan expected credit loss (ECL) terhadap pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai menurut PSAK 71 pada lembaga pembiayaan di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 27(2), 120-131. https://doi.org/10.23960/jak.v27i2.373

Mawarto, & Haryani, R. (2024). Analisis beban piutang tak tertagih dengan metode cadangan dan metode langsung terhadap laba perusahaan. Jurnal Akuntansi, Pajak dan Audit Bumiputera (JAPABU), 1(1), 59-79. https://jurnal.stiebumiputera.ac.id/japabu/article/view/11

Nuraini, S. S. (2024). Analisis dampak penerapan metode pencatatan kerugian piutang tak tertagih terhadap laporan keuangan pada PT XYZ [Tugas akhir, Politeknik Negeri Jakarta]. Repository PNJ. https://repository.pnj.ac.id/id/eprint/19395/

Prena, G. D., & Nareswari, S. K. D. (2022). Pengaruh penerapan PSAK 71, BOPO, dan NPL terhadap profitabilitas pada perbankan yang terdaftar di BEI. Wacana Ekonomi: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi, 21(2), 175-184. https://doi.org/10.22225/we.21.2.2022.175-184

Rahmawati, A. (2021). Implementasi metode penyisihan piutang pada piutang tak tertagih PT. DEF Surabaya. AKUNTANSI 45, 2(1). https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v2i1.100

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Tanody, C. F., Missa, J. S., Mali, M. M. O., & Ekasari Tualaka, J. C. (2025). Kajian literatur tentang metode penyisihan dan metode langsung dalam koreksi fiskal piutang tak tertagih. MELATI: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Ekonomi, 42(2), 120-126. https://doi.org/10.58906/melati.v42i2.347

Tungga, N. A., & Angelina, M. (2021). "Replika endemi" resistensi PSAK 71 sebagai countercyclical terhadap sustainability perbankan di tengah pandemi. Jurnal Akuntansi, 13(1), 109-117. https://doi.org/10.28932/jam.v13i1.3195

Umayah, I., & Hamidah, A. D. S. (2025). Perlakuan akuntansi piutang serta seberapa besar pengaruhnya terhadap laporan keuangan. Jurnal Rimba: Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi, 3(2), 136-145. https://doi.org/10.61132/rimba.v3i2.1733

Vianingsih, D. A., & Harahap, W. S. (2022). Analisis pengendalian sistem informasi akuntansi piutang tak tertagih dan dampaknya terhadap laporan keuangan pada Bank Sumut KCP Perbaungan. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(10), 3247-3252. https://doi.org/10.47492/jip.v2i10.1318

Yunita, & Indahwati. (2022). Pengaruh penerapan PSAK 71 terhadap pencatatan, pengakuan, pengukuran dan penyajian cadangan penurunan nilai piutang pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 cabang Belawan. Indonesian Accounting Research Journal, 3(1), 1-12. https://doi.org/10.35313/iarj.v3i1.4542

Downloads

Published

2026-09-08

How to Cite

Michella Malumbot, Vronsky Akter Bawole, & Yuli Rawun. (2026). Analisis Perbandingan Metode Pencatatan Piutang Tak Tertagih terhadap Laporan Keuangan dan Perlakuan Perpajakan pada PT. Marga Nusantara Jaya. MENAWAN : Jurnal Riset Dan Publikasi Ilmu Ekonomi, 4(5), 118–127. https://doi.org/10.61132/menawan.v4i5.2553

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.