Strategi Orientasi pada Industri Manufaktur yang Ada di Kabupaten Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.61132/jepi.v4i2.2271Keywords:
Banyuwangi, Economic Growth, Industrial Orientation, Manufacturing Industry, Spatial StrategyAbstract
The manufacturing industry sector has an important role in supporting economic growth in Banyuwangi Regency. The increase in industrial activities contributes to employment opportunities, regional income growth, and the expansion of economic activities in urban and rural areas. Each region in Banyuwangi has different industrial development characteristics influenced by transportation accessibility, infrastructure availability, land conditions, and proximity to trade and distribution centers. This study aims to analyze the orientation strategy of the manufacturing industry in Banyuwangi Regency using a spatial approach based on Geographic Information Systems (GIS). The research method used is descriptive quantitative with spatial analysis. The results show that manufacturing industries tend to develop in areas with good transportation access and adequate infrastructure support. Industrial concentration is also dominant in regions close to economic activity centers and distribution routes. The development of manufacturing industries has positive impacts on regional economic growth, employment opportunities, and community income. However, industrial concentration in certain areas may create regional development inequality. Therefore, sustainable industrial planning is required to support balanced regional development in Banyuwangi Regency.
Downloads
References
Aditya, R. M. (2022). Analisis pengembangan industri manufaktur terhadap pertumbuhan wilayah di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Regional, 6(2), 55–67.
Ahmad, F., & Setiawan, R. (2021). Evaluasi pengembangan kawasan industri berbasis potensi wilayah menggunakan pendekatan spasial. Jurnal Tata Ruang dan Wilayah, 9(2), 71–85.
Bagus Prasetyo, D. A. (2021). Pemanfaatan sistem informasi geografis dalam penentuan kawasan industri. Jurnal Teknik Wilayah, 9(1), 101–112.
Candra Wijaya, F. H. (2023). Kajian aglomerasi industri manufaktur pada kawasan perkotaan. Jurnal Pembangunan Nasional, 8(3), 44–58.
Dewi Lestari, M. P. (2020). Pengaruh infrastruktur terhadap distribusi industri di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Tata Ruang Indonesia, 7(2), 88–97.
Eko Saputra, R. N. (2022). Analisis persebaran industri menggunakan pendekatan spasial. Jurnal Geografi Modern, 10(1), 75–86.
Fajar Nugroho, A. D. (2021). Peran industri manufaktur dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 120–131.
Galuh Permata, Y. S. (2023). Analisis keruangan kawasan industri berbasis SIG. Jurnal Geomatika Indonesia, 11(2), 40–53.
Hana Oktaviani, L. P. (2024). Strategi pengembangan industri pada wilayah berkembang. Jurnal Administrasi Wilayah, 5(1), 61–73.
Indra Kurniawan, M. T. (2024). Pengaruh aksesibilitas terhadap konsentrasi industri manufaktur. Jurnal Infrastruktur dan Wilayah, 9(3), 92–104.
Kartika Sari, D. W. (2021). Persebaran industri dan dampaknya terhadap tata ruang wilayah. Jurnal Perencanaan Kota, 12(1), 57–68.
Luthfi Ramadhan, M. A. (2023). Analisis lokasi industri berdasarkan faktor infrastruktur dan transportasi. Jurnal Ekonomi dan Wilayah, 14(2), 99–113.
Maya Fitriani, R. K. (2024). Pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 6(1), 20–34.
Nur Aini, D. P. (2023). Analisis pengembangan kawasan industri berbasis infrastruktur di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 12(2), 78–91.
Olivia Permata, T. S. (2022). Analisis strategi industri manufaktur terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Jurnal Sosial Ekonomi Indonesia, 8(2), 49–60.
Putri Maharani, A. L. (2023). Implementasi sistem informasi geografis pada pemetaan industri. Jurnal Sistem Informasi dan Wilayah, 5(2), 66–79.
Rahmat Hidayat, B. K. (2021). Analisis pengaruh infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan industri. Jurnal Teknik Sipil dan Wilayah, 13(1), 70–84.
Rizky Pratama, H. S. (2024). Pengaruh akses transportasi terhadap pertumbuhan industri manufaktur di wilayah perkotaan. Jurnal Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, 8(1), 33–47.
Siti Nurjanah, M. R. (2024). Konsentrasi industri dan pertumbuhan ekonomi regional. Jurnal Kajian Ekonomi Daerah, 9(1), 90–102.
Teguh Saputro, F. D. (2022). Analisis keruangan industri manufaktur berbasis Geographic Information System. Jurnal Geospasial Indonesia, 10(2), 115–128.
Utami, N. R., & Saputri, E. D. (2023). Analisis faktor lokasi terhadap perkembangan kawasan industri di Jawa Timur. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 15(1), 81–94.
Wahyudi, A., & Prakoso, B. (2022). Pengaruh jaringan transportasi terhadap distribusi industri manufaktur di Indonesia. Jurnal Transportasi dan Infrastruktur, 10(2), 55–68.
Wulan Andini, P. S. (2023). Strategi pemerataan kawasan industri pada wilayah perkotaan dan pedesaan. Jurnal Pembangunan Wilayah, 11(2), 37–50.
Yuliana, S., & Kurniawati, D. (2024). Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam analisis persebaran industri skala regional. Jurnal Geografi dan Lingkungan, 12(1), 45–59.
Zulfikar, M., & Ramdani, H. (2023). Analisis keterkaitan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan industri di wilayah berkembang. Jurnal Pembangunan Daerah, 14(3), 102–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






