Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Sekolah: Strategi Intervensi dalam Menekan Risiko Stunting dan Putus Sekolah di Wilayah Desa Samangki

Authors

  • Muhammad Agung Pratama Anwar Universitas Hasanuddin
  • Yusran Yusran Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.61132/mengabdi.v4i2.2223

Keywords:

Adolescents, Community Service, Education, Early Marriage, Outreach

Abstract

Early marriage remains a social problem that impacts the education, health, and future of the younger generation. A lack of understanding among adolescents and the community about the risks of early marriage is a major contributing factor to this practice. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students and young people regarding the negative impacts of early marriage and the importance of planning for a healthy and sustainable future. The activity took place on January 12 at MA Darul Rasyidin, Samangki Village, Simbang District, Maros Regency. Methods used included outreach, discussion, and an interactive approach that actively engaged participants. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the risks of early marriage from a health, educational, social, and legal perspective. This activity is expected to be a preventative measure to reduce the number of early marriages and encourage the formation of a younger generation that is better prepared for the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Pendewasaan usia perkawinan (PUP). BKKBN.

Badan Pusat Statistik. (2023). Perkawinan anak di Indonesia dan dampaknya. Badan Pusat Statistik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2020). Strategi nasional pencegahan perkawinan anak. KPPPA.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Peran pendidikan dalam pencegahan pernikahan dini. Kemendikbudristek.

Limbong, M., & Deliviana, E. (2020). Penyuluhan dampak pernikahan dini bagi perempuan. Jurnal Comunita Servizio, 2(1), 319–327.

Nasution, S. (2019). Sosiologi pendidikan. Bumi Aksara.

Raksun, A., Fahmi, A., Safira, A., Putri, N. M., Rahdyan, J. A., Arifah, A. N., & Sanjaya, A. (2023). Penyuluhan pencegahan pernikahan dini dan sosialisasi stunting sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Rase Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(2), 490–497.

Sari, D., & Handayani, R. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 120–128.

Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37–44.

Surrahman, A., Akil, M., & Abu Baedah, S. S. (2025). Implikasi pernikahan usia dini terhadap keharmonisan rumah tangga: Studi Pengadilan Agama Maros Kelas 1A. Media Hukum Indonesia, 3(1).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (2014). Sekretariat Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (2019). Sekretariat Negara.

United Nations Children's Fund. (2021). Child marriage: Latest trends and future prospects. UNICEF.

World Health Organization. (2022). Adolescent pregnancy. WHO.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Muhammad Agung Pratama Anwar, & Yusran Yusran. (2026). Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Sekolah: Strategi Intervensi dalam Menekan Risiko Stunting dan Putus Sekolah di Wilayah Desa Samangki. MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat, 4(2), 58–67. https://doi.org/10.61132/mengabdi.v4i2.2223

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.