Penyuluhan Hukum Tentang Dampak dan Pencegahan Perkawinan Dini di Kalangan Remaja

Authors

  • Mohammad Hifni Universitas Bina Bangsa
  • Winda Putri Julianah Universitas Bina Bangsa
  • Chindy Nurul Fadilah Universitas Bina Bangsa
  • Muhammad Solihin Universitas Bina Bangsa
  • Wira Pratama Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61132/mengabdi.v4i2.2197

Keywords:

Adolescents, Early Marriage, Legal Awareness, Legal Counseling, Prevention

Abstract

Early marriage is a social and legal issue that still frequently occurs in Indonesia and has significant impacts on health, education, and socio-economic aspects. Although the minimum age for marriage has been regulated under Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, the practice of early marriage remains prevalent due to low legal awareness, as well as economic, cultural, and social environmental factors. This community service activity aims to increase adolescents’ understanding and legal awareness regarding the impacts and prevention of early marriage. The method used is legal counseling with an educative and participatory approach targeting adolescents aged 15–18 years. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of legal regulations, the negative impacts of early marriage, and the importance of delaying marriage age. Furthermore, there is a positive change in participants’ attitudes, with a greater focus on education and future planning. Therefore, legal counseling proves to be an effective preventive effort in reducing the rate of early marriage among adolescents.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2022). Perkawinan usia anak di Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik.

Djamilah, & Kartikawati, R. (2014). Dampak perkawinan anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 1–16.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2021). Pencegahan perkawinan anak. KemenPPPA.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2020). Pencegahan perkawinan anak: Percepatan yang tidak bisa ditunda. KPPPA.

Rahardjo, S. (2009). Hukum yang membebaskan. Kompas.

Soekanto, S. (2012). Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum. Rajawali Pers.

Subekti. (2014). Hukum perjanjian. Intermasa.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

UNICEF. (2020). Perkawinan anak di Indonesia: Kemajuan dan tantangan. UNICEF.

UNICEF. (2021). Child marriage in Indonesia: Progress and challenges. UNICEF Indonesia.

Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.

Widyawati, R., & Puspita, D. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan usia dini di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 15(2), 123–134.

World Health Organization. (2018). Adolescent pregnancy: Issues in adolescent health and development. WHO.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Mohammad Hifni, Winda Putri Julianah, Chindy Nurul Fadilah, Muhammad Solihin, & Wira Pratama. (2026). Penyuluhan Hukum Tentang Dampak dan Pencegahan Perkawinan Dini di Kalangan Remaja. MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat, 4(2), 38–45. https://doi.org/10.61132/mengabdi.v4i2.2197

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.