Analisis Kepatuhan Perpajakan atas Pemungutan dan Pemotongan PPH Unifikasi pada Perusahaan Retail PT MDIH dengan Menggunakan Aplikasi PSIAP
DOI:
https://doi.org/10.61132/moneter.v4i4.2702Keywords:
PSIAP Application, Retail Company, Risk Mitigation, Tax Compliance, Tax Information SystemsAbstract
The implementation of the Core Tax Administration System (CTAS) or Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) transformation has significantly simplified reporting of Unified Income Tax Periodic Tax Returns. The implementation of Unified Income Tax in the retail sector with high transaction volumes demands an accurate and efficient level of tax compliance. PT MDIH is one of the largest retail companies with a high level of complexity and transaction volume, making it prone to errors during tax withholding and collection. Utilization of the PSIAP Application plays an important role in minimizing the risk of errors in the tax collection and withholding process and minimizing the risk of errors. This study aims to analyze PT MDIH's tax compliance with the Unified Income Tax implementation mechanism and the obstacles faced and evaluate the effectiveness of the PSIAP Application in risk mitigation. This study uses a qualitative method with a descriptive case study approach. Data collection was carried out through interviews, observations, and descriptive analysis. The results of the study indicate that PT MDIH's tax compliance in collecting and withholding Unified Income Tax is classified as good and in accordance with applicable regulations. Unified Income Tax through PSIAP runs systematically through vendor data integration, making it more efficient and minimizing calculation errors. However, PT MDIH still faces technical obstacles such as data input errors, limited user understanding, system downtime during the application transition period, and massive delays in invoice data reconciliation. However, overall, the PSIAP application is quite effective in mitigating risks, significantly improving the company's formal and material compliance. It only requires improvements in internal controls and user competency for employees.
Downloads
References
Agatha, T., & Widodo, U. (2026). Analisis pengelolaan bukti potong PPh Pasal 23 sebagai upaya meminimalkan kesalahan klasifikasi pajak pada PT XYZ. Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal), 6, 555–564. https://doi.org/10.61083/ebisma.v6i3.250
Chahyono, S., & Ariawan. (2026). Sistem industri dan rantai pasok: Strategi, perancangan, operasional, perbaikan rantai pasok untuk mencapai daya saing, dan topik-topik kajian riset terkini untuk ilmu manajemen.
Direktorat Jenderal Pajak. (2024). Reformasi perpajakan: Coretax. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://www.pajak.go.id/id/reformdjp/coretax
Fadila, F., Safriani, Eliana, & Khaddafi, M. (2025). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(7), 13446–13449.
Firdaus, N., & Nawangsari, A. (2025). Penerapan sistem Coretax dalam proses pelaporan pajak pertambahan nilai: Studi kasus pada PT Integra. Jurnal Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi, 4(2), 1103–1110. https://doi.org/10.30640/jumma45.v4i2.5095
Fitriani, N., & Muslimin, M. (2024). Analisis implementasi E-Bupot unifikasi terhadap kepatuhan pajak dalam pelaksanaan pengisian dan pelaporan pajak penghasilan Pasal 23 di PT HD Surabaya. Akuntansi 45, 5(2), 75–85. https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v5i2.3339
Hidayat, R., & Handayani, S. (2023). Tantangan adaptasi fungsi akuntansi perusahaan retail pada masa transisi sistem informasi perpajakan berbasis unifikasi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer, 6(1), 12–25.
Jehadun, M., Ng, S., & Daromes, F. E. (2024). Faktor prediktor kepatuhan wajib pajak dalam perspektif theory of planned behavior (studi empiris pada KPP Pratama Ruteng). Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan, 13(2), 99–120. https://doi.org/10.35315/dakp.v13i2.10044
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025, March 13). Realisasi postur APBN hingga Februari 2025 masih sesuai undang-undang. https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Realisasi-Postur-APBN-Hingga-Februari-2025
Ketaren, A. A. B., Zaini, D. A. S., & Lubis, V. K. (2025). Pajak penghasilan 23. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(6), 11569–11578.
Mahardhika, V. A. (2024, April 18). Inovasi teknologi demi kemudahan layanan pajak. Direktorat Jenderal Pajak. https://www.pajak.go.id/id/artikel/inovasi-teknologi-demi-kemudahan-layanan-pajak
Marshanda, D. D., & Susilowati, E. (2026). Analisis ekualisasi PPN terutang: Sinkronisasi data internal dan sistem Coretax. Jurnal Pabean, 8(2), 217–225. https://doi.org/10.61141/pabean.v8i2.878
Novitasari, L. (2019, August 9). Modernisasi teknologi informasi perpajakan di era ekonomi digital. Direktorat Jenderal Pajak. https://www.pajak.go.id/id/artikel/modernisasi-teknologi-informasi-perpajakan-di-era-ekonomi-digital
Olivia, D. V., & Arief, A. (2026). Analisis faktor kepatuhan wajib pajak badan pada implementasi sistem Coretax. Trending: Jurnal Manajemen dan Ekonomi, 4(3), 571–586. https://doi.org/10.30640/trending.v4i3.7224
Puapadang, Y. R. S., Elim, I., & Pangerapan, S. (2021). Evaluasi penerapan withholding tax system terhadap pajak penghasilan Pasal 21 pada pegawai tetap PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Manado. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 16(1), 76–85. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/gc/article/view/35847
Qonita, R., & Yanti, H. (2025). Analisis faktor kepatuhan perpajakan instansi pemerintah berdasarkan perspektif teori atribusi. Jurnal Ekonomi Trisakti, 5(2), 503–514. https://doi.org/10.25105/v5i2.23700
Simatupang, M. A., Kahilla, R. A. P., & Ananda, R. Z. (2025). Pajak penghasilan Pasal 4 ayat (2). JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(4), 7699–7707.
Suryakusumah, I. (2025, March 2). Coretax masih bermasalah, Dirjen Pajak bebaskan sanksi telat lapor SPT. Inilah.com. https://www.inilah.com/coretax-masih-bermasalah-dirjen-pajak-bebaskan-sanksi-telat-lapor-spt
Undang-Undang Negara Republik Indonesia. (1983). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263.
Undang-Undang Negara Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999.
Undang-Undang Negara Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6736.
Yumiarsi, & Yanti, H. B. (2024). Pengaruh intensitas modal, financial distress, intensitas aset tetap, dan corporate social responsibility terhadap manajemen pajak. Ekonomi Digital, 2(2), 83–96. https://doi.org/10.55837/ed.v2i2.104
Zahra, R. M., Cahyanti, F. G. W. N., Rahmawati, S. E., Sisandi, F. S., & Ghostomi, M. I. (2026). Digitalisasi perpajakan melalui Coretax: Efisiensi administrasi dan perlindungan hak wajib pajak. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(6). https://doi.org/10.62281
Zaini, P., Saputra, N., Lawang, K. A., & Susilo, A. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






